Aku baru tahu rasanya berada di sekeliling orang-orang hebat.
Aku baru tahu rasanya berada di sekeliling orang-orang keren. Aku baru tahu
rasanya berada diantara orang-orang juara. Aku baru tahu rasanya pertemanan
yang indah. Rasanya kekompakan bersama. Rasanya menggila bersama.
Senang rasanya berada di sekeliling mereka semua. Sangat
menyenangkan ketika sekotak nasi dibagi menjadi lima bahkan tujuh orang. Senang
rasanya ketika harus berjalan kaki demi berkumpul bersama. Senang rasanya
ketika semua hal yang tiak akan terulang ini kita lewati bersama kalian yang
terdekat. Ya, kalian:)
Saat kita sedang berbahagia. Namun tiba-tiba Tuhan
berkehendak lain. Semua kebahagiaan yang berjalan, terhenti begitu saja. Bukan
karena salah satu dari kita harus menghadap pada Sang Illahi karena sakit,
bukan karena saah satu dari kita harus ada yang mengikuti kedua orang tuanya
pindah tugas, bukan karena itu semua. Bosan mungkin. Atau lebih nyaman bersama
yang kalian. Kami itu malu-maluin, kudet bodoh atau apapun itu yang membuat
semuanya jadi terhenti.
Ini semua bukan mainan. Kedekatan, keakraban, apapun itu.
Yap! Kebersamaan kita. Yang aku kira tidak akan bias terpisah. Yang aku kira
akan terus selamanya. Namun aku sadar, dunia ini bukan dongeng yang bisa berakhir
bahagia jika itu yang diinginkan sang penulisnya.
Aku rasa kebersamaan kita sangatlah lucu. Ketika berada di
luar sana, kita adalah satu. Namun, ketika berada di sini, di tempat yang wajib
kita kunjungi dan wajib menetap selama berjam-jam ang cukup melelahkan, kita
serasa tak saling kenal. Kamu mungkin tidak, tapi itu yang aku rasakan. Selalu
sedih memikirkan itu semua.
Tak punya tempat untuk bercerita lagi. “Kan ada DIA?” Dia?
Ya, DIA yang sebenarnya ada dua.
Yang pertama. Aku selalu cemburu dengan orang-orang
disekitarnya yang sangat beruntung. Seperti berpura-pura tak saling kenal jika
mereka sedang bersama. Aku bagaikan orang kesekian yang harus bersembunyi jika
ia sedang bersama mereka yang utama.
Yang kedua. Sampai saat ini aku masih bingung dengan dirinya
yang sebenarnya. Berusaha terihat manis di depan orang yang ia benci karena
sedang membutuhkannya.
Itulah alasannya aku memilih tempat ini sebagai tempat curhatku. Alay ya? Lebay? Terserah orang lain ingin berkata apa. setiap manusia pasti punya masalah. dan punya cara tersendiri untuk melewatinya.
Sampai saat ini. Sampai detik ini. Aku belum seutuhnya
mengerti. Orang yang ingin terlihat sebagai juara, sebagai pemenang dengan membuat
orang lain malu dengan perkataannya sendiri.
Ini bukanlah akhir dari kebersamaan. Bukan akhirnya~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar