Sabtu, 25 Oktober 2014

Bukan Akhirnya



Aku baru tahu rasanya berada di sekeliling orang-orang hebat. Aku baru tahu rasanya berada di sekeliling orang-orang keren. Aku baru tahu rasanya berada diantara orang-orang juara. Aku baru tahu rasanya pertemanan yang indah. Rasanya kekompakan bersama. Rasanya menggila bersama. 

Senang rasanya berada di sekeliling mereka semua. Sangat menyenangkan ketika sekotak nasi dibagi menjadi lima bahkan tujuh orang. Senang rasanya ketika harus berjalan kaki demi berkumpul bersama. Senang rasanya ketika semua hal yang tiak akan terulang ini kita lewati bersama kalian yang terdekat. Ya, kalian:)

Saat kita sedang berbahagia. Namun tiba-tiba Tuhan berkehendak lain. Semua kebahagiaan yang berjalan, terhenti begitu saja. Bukan karena salah satu dari kita harus menghadap pada Sang Illahi karena sakit, bukan karena saah satu dari kita harus ada yang mengikuti kedua orang tuanya pindah tugas, bukan karena itu semua. Bosan mungkin. Atau lebih nyaman bersama yang kalian. Kami itu malu-maluin, kudet bodoh atau apapun itu yang membuat semuanya jadi terhenti. 

Ini semua bukan mainan. Kedekatan, keakraban, apapun itu. Yap! Kebersamaan kita. Yang aku kira tidak akan bias terpisah. Yang aku kira akan terus selamanya. Namun aku sadar, dunia ini bukan dongeng yang bisa berakhir bahagia jika itu yang diinginkan sang penulisnya. 

Aku rasa kebersamaan kita sangatlah lucu. Ketika berada di luar sana, kita adalah satu. Namun, ketika berada di sini, di tempat yang wajib kita kunjungi dan wajib menetap selama berjam-jam ang cukup melelahkan, kita serasa tak saling kenal. Kamu mungkin tidak, tapi itu yang aku rasakan. Selalu sedih memikirkan itu semua. 

Tak punya tempat untuk bercerita lagi. “Kan ada DIA?” Dia? Ya, DIA yang sebenarnya ada dua. 

Yang pertama. Aku selalu cemburu dengan orang-orang disekitarnya yang sangat beruntung. Seperti berpura-pura tak saling kenal jika mereka sedang bersama. Aku bagaikan orang kesekian yang harus bersembunyi jika ia sedang bersama mereka yang utama.

Yang kedua. Sampai saat ini aku masih bingung dengan dirinya yang sebenarnya. Berusaha terihat manis di depan orang yang ia benci karena sedang membutuhkannya.

Itulah alasannya aku memilih tempat ini sebagai tempat curhatku. Alay ya? Lebay? Terserah orang lain ingin berkata apa. setiap manusia pasti punya masalah. dan punya cara tersendiri untuk melewatinya.

Sampai saat ini. Sampai detik ini. Aku belum seutuhnya mengerti. Orang yang ingin terlihat sebagai juara, sebagai pemenang dengan membuat orang lain malu dengan perkataannya sendiri. 

Ini bukanlah akhir dari kebersamaan. Bukan akhirnya~

Tidak ada komentar: